Setujukah Anda Bahwa Cinta Yang Tulus Itu Tidak Akan Meminta Perubahan

Rasanya Berpacaran Dengan Keyakinan Iman Yang Berbeda

Mungkin ini bisa dirasakan oleh orang-orang yang sudah mengalami pacaran berkali-kali. Yang sudah memiliki banyak pengalaman menjalin hubungan dengan orang. Mereka yang sudah pernah berkali-kali dekat dengan orang, memiliki hubungan atau status. Akan related dengan hal ini. Akan merasakan, dari yang bisa menerima apa adanya. Lebih dan kurangnya, ada yang langsung menuntut ini itu. Menuntut akan kehidupan yang lebih baik. Menuntut perubahan, akan beberapa sikapnya sifatnya.

Setujukah Anda Bahwa Cinta Yang Tulus Itu Tidak Akan Meminta Perubahan

Banyak orang mungkin akan berpikir, kalau orang itu benar-benar cinta, tulus kepada kita dia pasti akan menerima kurang dan lebih kita. Toh tidak ada manusia yang sempurna. Tapi kadang ada juga yang mengatakan, karena sayang, karena dia cinta tulus, dia ingin pasangannya menjadi orang lebih baik. Sehingga meminta untuk berubah, dalam artian, ubah sifat-sifat buruknya. Ubah, kelakuan buruknya. Toh itu juga buat kebaikan dia sendiri juga. Sehingga akan ada beberapa perdebatan. Di sini saya akan mencoba meluruskan beberapa pandangan.

Memang, tidak ada orang yang sempurna, dan cinta yang tulus tidak akan mengubah atau menuntut perubahan dari pasangan. Karena itu sama halnya dengan tidak menerima dia apa adanya. Tapi tergantung dari sisi mana kalian lihat, sehingga benar juga ungkapan karena saking sayang nya, saking cintanya dia ingin pasangannya berubah menjadi lebih baik. Perubahan disini adalah soal sifat buruk. Walaupun memang tidak ada orang yang sempurna pasti ada minus nya. Tapi bukan berarti menjadikan itu alasan untuk kita tetap memanjakan dan memelihara sifat buruk kita. Itu namanya cari aman. Cari alasan.

Pasangan yang baik dan benar, akan mengingatkan kepada pasanganya akan sifat buruknya, untuk alangkah baiknya di ubah. Biar bisa jadi pribadi yang lebih baik, lebih dewasa, lebih bijaksana. Toh yang menikmati perubahan baik itu juga diri dia sendiri nantinya. Pasangan hanya mengingatkan. Beda halnya dengan memaksa mengubah penampilan seseorang. Misalnya dia yang tampilannya yang apa adanya, kaos jeans, terus pasangan menuntut berubah, harus pakai yang sopan, seperti kemeja, sehingga bisa lebih rapi. Ini baru bilang tidak menerima pasangan apa adanya.