Kritikan Sangat Penting Untuk Kelangsungan Hidup Orang-Orang

Kritikan Sangat Penting Untuk Kelangsungan Hidup Orang-Orang

Menjadi seorang kritikus adalah sesuatu yang susah-susah gampang. Mengkritik adalah sesuatu yang bisa dilakukan oleh semua orang. Tapi kritik dengan memiliki dasar yang kuat itu susah. Karena pada dasarnya manusia sudah ada sisi kritis di dalam diri. Sehingga jika ada sesuatu yang rasanya itu tidak benar. Rasanya itu tidak sesuai, secara refleks, sebagai manusia, kita akan mengkritik, dan mengeluarkan pendapat kita akan hal tersebut.

Kritikan Sangat Penting Untuk Kelangsungan Hidup Orang-Orang

Semua orang bisa dan boleh mengkritik. Sampai kritik bisa menjadi suatu pekerjaan. Kritik, identik dengan suatu pernyataan yang bertentangan, sehingga bisa menimbulkan pro dan kontra. Dan saat orang mengkritik, sangat disaarankan untuk orang itu tahu wilayah, tahu seperti apa lingkungan dan keadaan yang anda kritik. Bukan asal kritik dan ya sudah. Harus ada dasarnya, harus jelas. Karena kritik yang benar dan sehat bisa mengubah orang menjadi lebih baik, tapi kritik yang tidak baik, akan membawa seseorang dalam mempenjarakan diri sendiri.

Atau bahkan sih objek kritik bisa menjadi seseorang yang tak terkendali. Sehingga harus bijak dalam mengkritik. Harus lihat juga kemanusiaan mempertimbangkan itu, sebelum mengkritik. Perhatikan penggunaan kata dan penempatan nya karena, jika berbeda tempat atau tujuan yang di kritik, itu bisa berefek besar, berdampak besar, baik pada anda dan orang lain. Apalagi jika kritikan tersebut di arahkan kepada pada manusia. Anda harus berhati-hati dalam menggunakan kosa kata, dan nada penyampaiannya juga perlu dipertimbangkan. Karena belum tentu yang kita rasa biasa saja, bagi orang lain itu biasa saja.

Bisa saja yang kita katakan bisa menghancurkan hatinya, mentalnya. Karena kritik itu sangat berbahaya. Harus benar-benar paham cara penggunaannya. Seperti mengkritik anak kecil dan orang dewasa akan membutuhkan kosa kata yang berbeda. Untuk mengkritik anak sekolah dan pekerja beda. Kita harus menyesuaikan dengan siapa yang kita berbicara, sesuaikan dengan kapasitas orang tersebut. Sehingga kita bisa mengatur kata dan nada yang tepat, untuk di ucapkan. Sehingga kritikan kita bisa menjadi kritik yang membangun.